Jumat, 06 Mei 2016
Menyatukan Dzikir, Fikir dan Ikhtiar
Buletin Jum'at As-Salam No. 93 | Mei 2016
Manusia terlahir dalam keadaan suci (fitrah). Sesuai fitrahnya, manusia mengakui adanya Allah, satu-satunya ilah (Tuhan). Fitrah manusia yang pada awalnya bersih, kemudian terkotori oleh perbuatan dosa / maksiat. Rasulullah SAW mengingatkan, setiap hamba yang melakukan dosa maka di hatinya ada noda hitam. Begitu noda-noda tadi terkumpul, akhirnya menutupi fitrah, sehingga fitrah tidak bisa berinteraksi dengan petunjuk Allah (hidayah).
"Bertaqwalah kamu kepada Allah di mana saja kamu berada, serta iringilah perbuatan jahatmu dengan perbuatan baik. Niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia secara baik."
Jumat, 08 April 2016
Allah Mengetahui Semua Rahasia
Rencana yang
jahat itu tidak akan menimpa selain kepada orang yang merencanakannya sendiri
.( Fathir (35) :43 )
Tidak semua
amal yang baik mendapatkan nilai kebaikan. Hanya kebaikan yang direncanakan demi
untuk kebaikan saja yang bernilai kebaikan di sisi Allah. Sedangkan kebaikan
yang di tampakkan untuk menyembunyikan kejahatan akan berbalas kejahatan pula.
Itulah
hikmah terbesar dari ajaran Islam, mengapa suatu amal kebaikan tidak langsung
mendapat pahala. Disana masih harus di teliti terlebih dahulu ,apakah amal
tersebut betul-betul diniatkan untuk kebaikan ?
Ketika
seorang tokoh politik atau satu partai di DPR menolak usul kenaikan BBM dengan
retorika demi melindungi rakyat , Allah tidak segera mencatat penolakannya
tersebut sebagai amal kebaikan .Allah juga tidak segera mencatatkan sebagai
pahala atas perjuangannya. Allah masih melihat terlebih dahulu
Langganan:
Postingan (Atom)