Tampilkan postingan dengan label keimanan dan ketaqwaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keimanan dan ketaqwaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Februari 2016

Khazanah Al Hadits : Al Aimmatul Al Mudlilluun

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah (berkuasanya) para pemimpin yang menyesatkan.” 
(HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Darimi. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Shahihah: 4/109, no. 1582, dalam Shahih al-Jami’, no. 1773 dan 2316)

Al Mudlilluun dari akar kata dlalla yadlillu au yadlallu dlalaalan wa dlalaalatan didefinisikan dengan lam yahtadi ilaa thariiqihi au ilaa wajhishshawaab, yakni tidak mendapatkan petunjuk jalannya atau jalan yang benar. Sedangkan al aimmah merupakan bentuk jama' dari imam yakni man yu'tammu bihinnaasu yaitu orang yang dijadikan pemimpin oleh masyarakat. Maka pemimpin yang tersesat juga pasti akan berdampak pada menyesatkan pada umatnya.

Seorang pemimpin adalah seorang yang cakap dan memiliki integritas pribadi yang baik. Oleh karenanya pemimpin yang baik adalah lahir di tengah masyarakatnya.