Oleh KH. Moh. Usman Yunus
Buletin Jum'at Masjid Roudhotul Musyawaroh Kemayoran Surabaya
Kita di jadikan oleh Allah seorang kholifah dipermukaan bumi ini tidak lain dengan tujuan agar kita mau bersyukur kepada-Nya. Sebagaimana dalam hadis Qudsi Allah SWT telah berfirman yang artinya : "Wahai cucu keturunan adam, jika kamu selalu ingat kepada-Ku berarti kamu mau bersyukur kepada-Ku. Manakala kamu lalai kepada-Ku berarti kamu mengingkari semua nikmat yang Aku berikan kepadamu."
Dunia merupakan ladang perlombaan dan kita semua harus menjadi peserta perlombaan tersebut dan wajib bagi kita untuk mengikuti perlombaan yang diadakan oleh Allah SWT tersebut. Apakah perlombaan ini?
Tampilkan postingan dengan label Masjid Roudhotul Musyawaroh Kemayoran Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Roudhotul Musyawaroh Kemayoran Surabaya. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Februari 2016
Jumat, 22 Januari 2016
Lima Resep Agar Hidup Kita Lebih Terarah
Oleh KH. Drs. Abdullah Hasan
Buletin Jum'at Masjid Roudhotul Musyawaroh Kemayoran Surabaya
4 Rabiul akhir 1437H
Dalam surat Yasin kita diingatkan oleh Allah : "Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadaiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkan?" Ayat ini mendorong kita agar kita mau muhasabah (mengoreksi diri) yang pada hakekatnya dengan bertambahnya usia kita maka sebenarnya usia kita dikurangi satu tahun oleh Allah SWT, hal itu artinya ajal kita semakin dekat untuk menjemput diri kita.
Buletin Jum'at Masjid Roudhotul Musyawaroh Kemayoran Surabaya
4 Rabiul akhir 1437H
Dalam surat Yasin kita diingatkan oleh Allah : "Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadaiannya. Maka apakah mereka tidak memikirkan?" Ayat ini mendorong kita agar kita mau muhasabah (mengoreksi diri) yang pada hakekatnya dengan bertambahnya usia kita maka sebenarnya usia kita dikurangi satu tahun oleh Allah SWT, hal itu artinya ajal kita semakin dekat untuk menjemput diri kita.
Jumat, 30 Oktober 2015
Do'a Agar Terbebas dari Kesulitan Hidup
Oleh KH. Abdurrahman Nafis. Lc. M.HI (Buletin Jum'at Masjid Roudhotul Musyawaroh Kemayoran Surabaya)
Kalau diri kita dirundung suatu kesedihan maka diri kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk selalu berdo'a kepada Allah dan melakukan ikhtiar (usaha). Dan antara do'a dan ikhtiar tidak bisa di pisahkan satu dengan yang lainnya, seperti apa yang dikatakan oleh sahabat Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu 'anhu : "Pada suatu hari Rasulullah shollallahu 'alaih wa sallam masuk masjid . Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu 'anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya : "Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?" Ia menjawab : "Aku bingung memikirkan permasalahan hidupku dan hutangku, wahai Rasulullah." Beliau bertanya : "Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do'a yang apabila kau baca maka Allah ta'aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?" Ia menjawab : "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda," Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari bacalah do'a :
Jumat, 17 April 2015
MENJADIKAN HATI BERSIH DAN BENING
Oleh KH. Abdullah Shodiq
Haruslah setiap saat bahwa kita mengakui dan menyadari untuk menjadikan Allah SWT sebagai pusat kehidupan, mina Allah, ila Allah, ma'a Allah dan lilLah SWT. Bukan sekedar kesadaran dalam perkataan semata. Akan tetapi kesadaran itu harus merasuk ke dalam setiap dimensi kehidupan. Saat tidur maupun bangun tidur, sedang bekerja maupun bersantai. Bila sedang sendiri maupun sedang bersama dengan teman yang lain. Hidup kita selalu berada bahwa Allah adalah pusat segalanya. Bila kesadaran ini di jaga maka akan muncul sikap muraqobah (sadar penuh merasa diintai oleh Allah SWT). Sikap muraqobah itu akan menjaga kita dari berbuat jahat dan berbuat dosa. Sikap itu pula yang akan menghindari kita dari sikap putus asa.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Hadid ayat 4 Allah SWT telah berfirman yang artinya :
Haruslah setiap saat bahwa kita mengakui dan menyadari untuk menjadikan Allah SWT sebagai pusat kehidupan, mina Allah, ila Allah, ma'a Allah dan lilLah SWT. Bukan sekedar kesadaran dalam perkataan semata. Akan tetapi kesadaran itu harus merasuk ke dalam setiap dimensi kehidupan. Saat tidur maupun bangun tidur, sedang bekerja maupun bersantai. Bila sedang sendiri maupun sedang bersama dengan teman yang lain. Hidup kita selalu berada bahwa Allah adalah pusat segalanya. Bila kesadaran ini di jaga maka akan muncul sikap muraqobah (sadar penuh merasa diintai oleh Allah SWT). Sikap muraqobah itu akan menjaga kita dari berbuat jahat dan berbuat dosa. Sikap itu pula yang akan menghindari kita dari sikap putus asa.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Hadid ayat 4 Allah SWT telah berfirman yang artinya :
Langganan:
Postingan (Atom)